Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Asisten Pembinaan, Asisten Tindak Pidana Khusus dan Kajari Bima.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB Tedjolekmono, SH, MM, Selasa (21/02) melantik beberapa pejabat teras dilingkungan Kejati NTB dan Kajari Bima, pejabat yang dilantik berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor Kep IV-052/C/01//2017 tanggal 20 Januari 2017 yaitu Muh. Syarifuddin, SH, MH sebagai Asiten pembinaan Kejati NTB menggantikan Rudi Indra Parasetya, SH yang kini menjabat Kajari Pamekasan. Ery Ariansyah Harahap, SH sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus menggantikan Suripto Irianto, SH sebagai Kajari Pekanbaru. Mantan Koordinator Kajati Kalsel Widagdo Mulyono Petrus, SH, MH sebagai Kajari Bima menggantikan Eko Prayitno, SH, MH yang pindah sebagai Kajari Tegal di Slawi.

Bertempat di aula Kejati NTB acara dihadiri Wakajati NTB, Para Asisten, Kabag TU dan Kajari se-NTB, pejabat structural lainnya. Dalam sambutannya kepada para pejabat yang baru dilantik, Tedjolekmono menyampaikan selamat datang dan bergabung di Kejati NTB dan diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru untuk dapat mewujudkan suasana kondusif. Mutasi jabatan merupakan hal biasa dalam suatu organisasi dan sebagai perwujudan tour of duty dan tour of area dari pegawai terpilih. Pengangkatan dan penempatan atas pertimbangan matang dari pimpinan dan ditinjau dari berbagai antara lain pengembangan karir, aspek kapabilitas, serta aspek kaderisasi kemampuan dan kaderisasi untuk institusi. “Dengan adanya mutasi jabatan seperti ini diharpakan dapat menambah pengalaman ddan kematangan bagi pejabat tersebut guna peningkatan kinerja organisasi Kejaksaan RI” ucapnya

Tedjolekmono berharap kepada pejabat yang baru dilantik agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan disiplin, transparasi dan akuntabulitas dalam penyerapan anggaran, peningkatan sumber daya manusia sevara selektif dan periodik serta optimalisasi penggunaan aplikasi keuangan berbasis IT, kordinasi dengan intasi terkait dalam penanganan korupsi dan untuk menanggalkan budaya KKN  dan pungli dalam setiap penanganan perkara. Tejdolekmono juga menyampaikan terima kasih kepada Asbin dan Aspidsus lama atas kerjasamanya selama ini dan memohon maaf apabila ada yang kurang berkenan baik dalam pergaulan sehari-hari, dikantor maupun diluar kantor.