Gatot Brajamusti di Vonis 8 tahun penjara

Mataram_ Pengadilan Negeri (PN) Mataram pukul 11.00 WITA menjatuhkan putusan kepada terdakwa mantan Ketua Persatuan Artis Fim Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti, Kamis 20/04/2017. Gatot oleh Hakim Pengadilan Negeri Mataram yang diketuai Dr. Yapi divonis hukuman selama 8 tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar subsidair 3 bulan  penjara karena terbukti memiliki, menguasai narkotika golongan I bukan tanaman,  sementara Dewi Aminah, istri Gatot diputus 1 tahun 6 bulan dianggap terbukti sebagai penyalahguna narkoba.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum  (JPU)  pada Kejaksaan Tinggi  (Kejati) Nusa Tenggara Barat, Kamis 29/03/17 telah menuntut Gatot Brajamusti 13 tahun penjara dan Dewi Aminah  pidana penjara 3 tahun.

Sebagai informasi Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah ditangkap hari Minggu, 28 Agustus 2016 pukul 23.30 WITA dikamar 1100 Hotel Golden Tulip Mataram. Saat dilakukan pengeledahan disaku kanan depan celana yang digunakan Gatot Brajamusti ditemukan shabu dibungkus plastik bening. Selain itu aparat kepolisian juga menemukan dompet milik Dewi Aminah yang didalamnya terdapat 1 poket narkotika jenis shabu dibungkus plasik bening dalam kantong kecil berwarna ungu dan alat-alat untuk mengkonsumsi sabu. Pengembangan penyidik dirumah Gatot Brajamusti di Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta Selatan temukan barang bukti lainnya, berdasarkan uji laboratorium forensik Mabes Polri barang-barang tersebut mengandung metamphetamin narkotika Golongan I sehingga total shabu yang dimiliki Gatot Brajamusti 13, 36 gram

Atas Putusan tersebut, Gatot Brajamusti dan Dewi Aminah diberikan tenggang waktu 7 hari untuk  berpikir demikian juga dengan Ginung Pratidina, SH dan Sari Yuni Pramanthi selaku Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tersebut.